Posted by: ceweksemok | May 16, 2010

Cerita daun Muda – Makiko Suster Jepang – Part 2

Sambungan dari bagian 01

Kembali ke Kiko, mungkin karena melihat si Jendral yang tegap, tinggi dan gagah, dia jadi sangat bernafsu, atau mungkin juga khas cewe Nippon kalau oral suka liar seperti itu kali ya. Lidahnya semangat sekali mengitari palkon sambil sesekali menggigit kantung zakarku yang sudah mengeras. Sesekali disedotnya ujung palkonku lalu ditarik mulutnya sehingga mengeluarkan bunyi, “Spok.. spok..”. Mulut mungil indahnya bagaikan vacuum cleaner, menyedot si Jendral. Jemari halusnya menyelinap di antara celah pantatku dan sekali-kali menggenggam si Jendral yang mulai berontak terkena siksaan.

Anyway, sementara itu, saya yang memang terasa mabok berat, hanya bisa ngelus-elus kepala dan mencengkeram rambut merah Kiko. Tetapi mendadak saya merasa mual sekali, lalu yang berikutnya terjadi sangat tidak hot. Saya tarik Kiko ke samping.

“Hooekk..” saya muntah berupa gumpalan kehijauan, tentu akibat minum sembarangan tadi. Kiko sempat tertegun sejenak tetapi kemudian tergelak melihatku terkena akibat polahku sendiri. Satu tangannya masih menggenggam si Jendral, satunya lagi menutup mulutnya. Tawanya lucu sekali seperti anak kecil. Itulah sifat kawai atau cute (lucu dan menggemaskan) yang khas cewe Jepang. Insting perawat yang dimilikinya membuat dia beralih membantu memijat tengkukku agar seluruh racun serangga itu bisa keluar. Lalu dia membantuku membersihkan dengan tissue. Akhirnya kami keluar dan duduk-duduk di tangga masuk.

Sepi. Kiko mengajakku ke apartemennya tetapi baru ada subway jam 4:30. Saya bersandar lemas ke pundaknya sambil merangkul. Tangan kananku menyelinap masuk ke dalam blazer sekaligus BH-nya, wah hangat. Terasa bongkahan susunya yang besar enak sekali diremas. Kumainkan puting susunyaibarat mencari gelombang siaran radio. Wah masih belum tune, sebab yang keluar hanya suara desis dari mulut Kiko yang lama-lama keenakan. Akhirnya kami berjalan berpelukan menembus udara dingin fajar Osaka. Untung ada tukang yakimot (ubi rebus). Kami makan sambil minum kopi otomat.

Singkat saja, kami sampai di apartemen (mansion) Kiko. Kecil memang ukurannya. Terdiri dari ruang utama yang sekaligus ada dapur dan sofa TV. Lalu kamar tidur 4 tatami (3X4m) dan kamar mandi. Rapih juga ruangannya. Tampak di sofa ada keranjang laundry, wah ada panties merahnya, ternyata Kiko hot betul. Aha, untuk apa lagi cewe pakai CD merah kalau tidak untuk memikat cowok di ranjang? Melihat arah pandanganku, Kiko dengan sigap memindahkan keranjang ke dalam lemari dinding. Kami lalu duduk di sofa kulit empuk. Otomatis tangan saya meraih remote dan menyalakan TV. Wah ada Doraemon, aneh, sepagi ini ada siaran kartun. Kiko lalu tiduran di pangkuanku sambil ikut menonton. Jemariku menelusuri rambutnya dan menyisirnya. Kadangkala kami tertawa bersama. Perlahan kami mulai tertidur dengan posisi tetap, dan jemariku sudah bersarang pada bukit lembutnya. Entah kenapa, saya merasa nyaman dan jantan sekali. Mungkin karena alkoholnya perlahan-lahan mulai hilang dan sikap manja Kiko yang membuatku merasa jantan.

Cewe Nippon memang terkenal top servisnya. Kira-kira jam 8 lebih, saya terbangun oleh sinar matahari yang menerobos melalui celah gordin jendela. Kiko masih terlelap dalam pangkuanku. Tubuhnya meringkuk seperti anak kecil, dan yang lucu dia sedang mengenyot jempolnya seperti bayi. Nah, kawan-kawan, cewe yang punya kebiasaan begini, oralnya pasti oke, sebab palkon kita mereka anggap dot. Hehehe. Tidak tahan kubelai juga rambut Kiko yang tergerai di atas pahaku. Oh ya, pada saat ini, pakaian saya sudah tinggal boxer shorts dengan kemeja digulung saja. Sementara Kiko memakai kaos kebesaran dengan celana pendek tidur berbahan sutra hitam. Masih memakai pakaian dalam lengkap. Karena rambut Kiko tergerai di paha, terus karena memang sudah kebiasaan tiap pagi, maka si Jendral menggeliat dan menegak. Kalau di film To Liong To, ini jurus Pilar Penyangga Langit.

Kulirik paha Kiko yang tersingkap, hmm, coklat kemerahan. Kebayang cewe ini sering berjemur. Pasti seksi keringatan begitu. Ah, yang penting kubelai dulu gadis imut nan lucu ini. Ternyata belaianku membuat Kiko terbangun. Walaupun tidak membuka mata tetapi senyumannya mengembang, masih sambil menghisap jempolnya. Tangan satunya kini menyelinap di antara pahanya dan pahanya semakin dirapatkan. Kuperhatikan betisnya yang lencir bulir padi, indah sekali, ditambah tumit yang lancip kecil berwarna pink. Walaupun udara kamar tidak terlalu dingin, namun tetap saja kulit kami merinding terkena dinginnya udara pagi. Tampaknya heaternya otomatis mati kalau jam segini. Biasanya sudah jamnya pergi ke kantor.

Insting gentlemanku membuatku berusaha meraih jas woolku di meja, lalu kupakai menyelimuti Kiko, kontras dengan warna kulit putih mulusnya.

“Samui desuka?” (dinginkah) tanyaku.

Kiko hanya mendesah sambil tubuhnya menggeliat merapat. Sudah tidak tahan saya dibuatnya. Toh, lagipula jelas Kiko sadar dan pasti merasakan kalau si Jendral tegak di dekat kepalanya, lalu tanganku menyelinap ke balik jas hitamku mengelus paha mulus Kiko.

“Jay, nemui desuyo” (Jay ngantuk nih), tiba-tiba Kiko protes manja.

Mendengar itu bukannya saya berhenti malah jemariku mulai menyelinap ke arah pangkal pahanya. Kiko hanya mendesah manja. Kini terasa lembutnya celana pendek piyama sutra. Kugesek sebentar kawasan seks spotnya, wah, langsung merembes pada celana sutra hitamnya. Kalau putih pasti jadi pulau!

“Oooh, Jay, I like that!” erang Kiko.

Kusingkirkan jasku lalu kutegakkan tubuh Kiko sejenak dan kubaringkan. Lalu kuambil posisi menindihnya tetapi masih kutopang dengan tanganku. Lembut kukecup bibir Kiko yang merekah. Dia langsung menyedot dan mengulum bibir bawahku. Tangan Kiko kini merangkul tengkukku dan bermain dengan rambutku. Tangan kananku masih menopang tubuhku, sementara yang kiri merangsang celah mecky Kiko. Jemariku kini menyelinap ke dalam celana sutra dan CD-nya dan merasakan halusnya labia mayoranya yang sudah basah, ternyata meckynya tercukur rapih. Jari tengahku mulai berani menembus celah basah itu.

Wah, sempit juga. Clup..clup..clup, jarang dipakai. Heran kan? Cewek sophisticated seliar ini masih rapat. Memang cewek Jepang biasanya walaupun liar tetapi kalau dalam kenyataannya pemalu, pemalu artinya tidak dapat banyak batang kejantanan (rea kanjeut). Kiko mulai mendesah dan menggelinjang. Sekalian saja saya tanggalkan semua. Kiko tidak protes, malah membantu. Giliran kini boxer shorts, saya tanggalkan. Kiko tampaknya tidak sabaran juga, kaosnya yang longgar langsung dilepas, lalu BH-nya. Kemudian dengan ganasnya dia mencopoti kancing kemejaku. Satu kancingnya sampai putus (sekarang masih saya simpan untuk memorabilia). Jadilah kami berdua totally naked and ready to pump.

Perlahan kugesekkan si jendral ke medan pertempuran. Palkonku mulai menyentuh labia minora Makiko. Woow.. rasanya panas, kontras dengan hawa kamar yang dingin. Lalu perlahan-lahan Makiko mulai mencoba memasukkan si Jendral ke liang vaginanya dengan bantuan tangannya. Kedua tanganku kekar menopang tubuhku pada sofa.

“Aaah.. Kiko oishi desuyo.” desahnya.

Palkonku menembus bibir meckynya. Enak. Wah dengan hanya masuk kepalanya saja jelas saya tidak tahan.

“Blesek.” Dengan sentakan saya mulai menekan ke bawah supaya si Jendral bisa masuk lebih dalam, untung si Kiko sudah basah. Dia hanya melotot kaget sebentar, sebelum akhirnya dia merangkul tengkukku dan menekanku pada dadanya yang bulat sintal putih. (Buah dadanya putih karena ketika berjemur tertutup BH, jadi seperti bikini line tampaknya).

“Jay, iku.. iku.. iku.. Jay, mo okii na.” (Jay sakit, kebesaran tuh) Kiko terus merintih, sepertinya kesakitan betul.

Ya sudah, saya lalu pelankan sedikit temponya. Kalau cewe bule pasti akan bilang: kurang-kurangmasukinnya.

“Sori Kiko, kalau sakit bilang yah!” (dengan bahasa Indonesia setelah mengalami pengeditan) seruku berbisik lembut.

Kiko mengangguk, tampak setetes air mata di sudut matanya. Wah tidak tega saya. Ya sudah kubiarkan dia yang menentukan kecepatannya. Walaupun terasa vaginanya licin dan basah, tetapi sempit sekali. Dengan perlahan tetapi pasti, Kiko tetap memaksa si Jendral masuk. Perlahan dia menaikkan pinggulnya. Dengan gerakan setengah berputar, si Jendral tertekan untuk menyodok meckynya kembali. Si Jendral sudah tidak sekeras tadi gara-gara saya kasihan melihat nafsuku membuat Kiko kesakitan.

Lama-lama longgar juga (sedikit), lalu kuberanikan mulai mengenjot Si Jendral di dalam liang kemaluannya. Kiko mulai mengerang-ngerang tidak karuan. Liar dan seksi, tangannya kini meremaspantatku.

“Mpffhh, shh, ahh, ughh.” desahnya tidak menentu sambil memintaku untuk tidak berhenti.

Gila apa berhenti? Jelas-jelas lagi enak. Beberapa menit kami begitu bersemangat berpacu dalam melodi hingga suatu saat, seketika si Jendral serasa dijepit oleh mecky Makiko, terasa dinding vaginanya meremas-remas dengan dahsyat sekali. Lalu pinggulnya liar menggelinjang dengan kuat, rupanya orgasme. Setelah itu terasa basah sekali sampai cairannya menetes pada kantung zakarku.

Tiba-tiba muncul seleraku menikmati juicenya yang jelas banjir itu. Kucabut si Jendral yang disambut protes wajah Kiko yang merengut. Namun begitu kuraih pinggulnya dia tahu maksudku. Dengan cepat dia berbalik lalu nungging, kedua tangannya menopang pada sandaran sofa sedang lututnya terkembang pada dudukan. Pantatnya yang bulat indah, megal-megol menggoda untuk dimasuki. Kiko tersentak kaget ketika ternyata saya tidak kembali melakukan penetrasi melainkan berlutut dibelakangnya lalu menjilati celah meckynya. Satu tangannya meraih ke belakang menjambak rambutku. Dia melenguh keras dan menikmatinya. Tidak lama kemudian kembali Kiko mengejang dan hidungku mendadak basah terkena cairan berbau khas yang meleleh. Ya sudah, sekarang giliran saya.

Tubuh Kiko langsung merosot lemas di atas sofa. Langsung saja kuangkat pantatnya lalu, bless.. Si Jendral masuk lagi dari belakang. Licin sekali sampai bunyi seperti orang kentut karena terlalu kencangnya genjotan.

“Iie, dame, dame Jay, dame!” Kiko berteriak menyuruhku berhenti tetapi mana mau saya berhenti.

Tangannya mencengkeram erat sofa dan tubuhnya terus menggelinjang hebat. Setelah kurang lebih 10 menit menggenjot liar, akhirnya saya cabut si Jendral, lalu kubalikkan tubuh Kiko. Dengan gerakan cepat kusodorkan saja batang kemaluan saya itu ke mukanya, langsung disosor, seketika rasanya sampai puncak. Kukeluarkan segenap benih cintaku ke dalam mulut Kiko yang terus menyedot. Wah, banyak sekali (sudah 2 minggu no sex). Sesekali si Jendral lolos, lalu muncrat ke mukanya. Kira-kira 6-7 semprotan kukeluarkan, dilahap habis oleh Kiko. Ternyata pengalaman nonton film bokep Jepang ada gunanya. Hari sabtu itu kami mandi bersama sebentar, lalu keluar mencari sarapan ke Ohsho (fast food Jepun). Lalu bisa dong ditebak, apa yang kami lakukan siang sampai malamnya. Bahkan malam Minggu pun saya masih menginap di sana. Setelah malamnya kami mencari ramen dan melakukan ML terus.

Tetapi hari Minggunya, saya ganti aktivitas, setelah mengambil notebook dan baju di hotel (sebelumnya di rumah Kiko pakai boxer shorts saja) lalu kembali lagi ke tempat Kiko. Membuat laporan sambil dipijat Kiko sang perawat seksi yang bugil. Tetapi ya, mana tahan sih? Lebih baik besok senin dimarahi sama boss daripada melewaktan kesempatan emas, hehehe. Selanjutnya kami masih kadang beremu walaupun no strings attached tetapi ya bukan sekedar weekend fling saja. Kan gentleman? Hehehe.

TAMAT

Tags : cewek semok, cerita 17 tahun, tante, cewek smu, toket, gambar tante telanjang, gadis genit, foto memek, memek indonesia, memek julia perez, memek jepang, cerita dewasa, mahasiswi bandung bugil, cerita panas, cerita berahi, gadis berjilbab bugil

Posted by: ceweksemok | May 4, 2010

Cerita Bokep – Makiko Suster Jepang – Part 1

Saat ini, saya mau menceritakan tentang perawat. Kebetulan saya baru kecelakaan dan terpaksa dirawat, untungnya selalu ditemani cewe, saya jadi tidak terlalu bosan. Saya jadi ingat samaseorang perawat di Dai Nippon.

Kisah ini terjadi di Osaka (masih serangkaian dengan kisah Yakuza), saya masih bekerja/kenshu di salah satu perusahaan konstruksi terbesar di sana. Nah, suatu ketika saya jatuh sakit, bulan Oktober 2008. Ini sebelum kisah Tina, cewek Sumitomo Vietnam yang blasteran Perancis itu. Saya kira-kira baru 2 bulan tinggal di Osaka. Saya ingat sekali kalau bulan 10 itu adalah bulan peralihan ke musim dingin dan banyak sekali topan badai. Nah, suatu pagi saya sengaja berdiri menantang badai dari balkon kamar lantai 7 saya hanya mengenakan celana dalam saja. Ternyata angin Typhoon itu panas, tidak dingin (tetapi bukan karena Balpirik). Tidak tahunya, besok pagi saya muntah darah. Langsung saja saya ke klinik (byoin) terdekat, sebab saya dilindungi insurance. Ternyata saya flu perut. Setelah itu saya didiagnosis dan diberi obat (2 hari sembuh lho! Itulah hebatnya dokter Nippon). Tetapi pengobatan seperti itu saja mengeluarkan 30.000 yen atau 2,5 juta rupiah! Pesan saya: Jangan bepergian tanpa asuransi.

Bukan Jay kalau tidak sempat ngelaba, kebetulan susternya cantik, setelah kulihat namanya, wah tulisan kanji, saya tidak mengerti. Terpaksa, saya hanya sekedar melirik dan melempar senyum kuda. Tetapi dasar beruntung, tiga hari kemudian kami bertemu di warung ramen (mie kuah) ketika saatnya lunchbreak. Kalau di Osaka, cobalah Kin Ryu Ramen, warung mie paling ngetop dan enak sekali, walaupun tentu masih lebih enak mecky segar. Tetapi mana ada mecky dijual di warung? hehe.

Kembali ke suster. Singkat saja, namanya Makiko, panggilannya Makichan. Dia sempat menanyakan kesehatan saya. Setelah basa-basi, kami janjian bertemu di Sony Tower Yodoyabashi pada hari Jum’at. Rencananya dia mau mengajak saya ke Funky Kurapu buat joged (disko). Dari kerlingannya ketika beranjak keluar warung, ketahuan suster ini hot juga. Jum’at malam saya kebetulan pulang dari proyek di Kyoto. Dari stasiun Namba, saya langsung ke Ebisucho dan berjalan cepat menuju Sony Plaza Tower. Dari kejauhan tampak bangunan putih menjulang, saya sudah semakin dekat.

Swatchku menunjukkan jam 8.15 PM. Padahal saya janjian jam 8. Wah, semoga belum pergi. Itu dia, dari kejauhan nampak seorang gadis berambut merah api mengenakan jas ketat putih dan span putih pendek. Makiko! Dia menyambutku dengan senyum manis walaupun sebelumnya sempat melirik jam di tangannya. Setelan bajunya sungguh menarik. Rupanya dia memadukan rok bawahan seragamnya dengan blazer ketat putih juga, sampai belahan dadanya nampak menonjol karena terlalu ketat. Sedangkan sepatunya sudah diganti sepatu hak tinggi (15cm) khas cewek Nippon yang gaul, bahan beludru hitam membuat tingginya melonjak jadi hampir setinggi saya. Wah, kasihan juga cewek imut manis ini menunggu kedinginan di tengah udara dingin musim postfall Osaka. Di tangannya terselip sebatang rokok putih, wah sexy sekali. Inilah gadis Nippon modern yang di kala siang bekerja giat sebagai perawat berpenampilan bidadari. Namun di kala malam berubah menjadi wanita sexy yang sungguh berkelas.

Kacamata biasanya telah berganti soft lens biru muda. Di leher jenjangnya terbelit syal bulu warna hitam, namun tidak menutupi belahan payudaranya yang terdesak ketatnya blazer yang dipakainya, hmm kecoklatan, rupanya dia sering liburan ke pantai. Hmm, yummy.. totally fuckable!

“Ashkunate sumimasen!” ujarku meminta maaf atas keterlambatanku.

“Iie, daijobu des yo!” jawabnya memaafkanku.

Akhirnya kami langsung saja jalan sepanjang Arcade Shinshaibashi sambil bercengkerama, saya dengan bahasa Jepang pas-pasan saya dan Makiko dengan inggris terbata-bata. Yang jelas banyak ketawanya. Orang Jepang bila belum kenal terkesan sombong, namun bila sudah kenal ramahnya luar biasa. Ternyata dia suka berlibur ke Kuta. Karena itu dia begitu tertarik mengenal saya yang Indonesiajin. Tetapi dia belum tahu kalau saya pejuang aktivitas penis international yang bermottokan, “Semoga kontol nusantara tetap Jaya!”

Kalau tahu dia pasti akan segera lari.. memesan kamar..hehehe. Mitos bahwa cewe Jepang hot-hot itu sepenuhnya benar. Bayangkan kalau semua cowok Indonesia sibuk berkarir dan stress selalu, giliran mau ML kasar, padahal batangnya lembek. Bisa dijamin cewek Indonesia juga hot-hot. Lha, wong sekarang saja sudah hot.. kan pake AC. Obrolan kami semakin hangat dan Makiko (yang akhirnya kupanggil Kiko) mulai merangkul tanganku. Saat itu saya mengenakan setelan jas wool hitam plus kemeja abu-abu tua. Jadilah kami pasangan hitam putih.

Udara dingin Osaka membuat Kiko semakin merapatkan diri. Dadanya kini menempel pada lenganku yang kekar. Sampailah kami pada sebuah tangga ke bawah tanah yang dari luar terlihat seperti basement apartemen biasa, eh.. ternyata setelah masuk terdengar musik soul funk menghentak diiringi lampu laser warna warni berputar menari. Setelah membayar 5000 yen tiket (all you can drink) kira-kira 400 ribu rupiah, kami memasuki hall seluas lapangan voli yang penuh orang joged berjajar rapi (khas Nippon). Di tengah ruangan terdapat semacam catwalk berliku dimana gadis-gadis berpakaian super seksi berjoged liar. Mereka jika siang hari berprofesi sebagai sekretaris, office clerk sampai account executive, semua menari sexy sambil tertawa riang. Terus terang ini saat pertama kali saya masuk underground ‘Kurapu’. Ternyata benar-benar mungil tetapi ramai. Jadi maklum kenapa turis Jepang kalau di Bali suka salting. Maklum, tidak biasa di tempat yang benar-benar ‘bigtime’.

Langsung saja Kiko menyeretku untuk joged, wah dirty dancing juga. Si Jendral jelas siaga perang. Paha kami saling mengapit sambil bergoyang funk (itu lho musik negro 70-an). Serasa John Travolta di Pulp Fiction. Sekali-kali Kiko dengan sengaja menggesekkan dada dan perutnya padaku. Buahdada semangkok bakso itu ternyata padat sekali, mungkin karena tekanan blazer ketatnya. Kancing atas blazer Kiko sudah dilepas, sehingga renda BH hitamnya mengintip, tentu beserta belahan susu ranumnya. Sejenak saya berpikir ada yang kurang, oh ya, saya belum minum. Kebiasaan (buruk) saya doyan alkohol. Apalagi di bar ini minuman berkelas semua ada. Kalau ada pembaca yang protes tukang gele dan mabok kok kuat ML, lucky kali. Mungkin ada mas-mas yang kalo mabok to’olnya lupa berdiri, yang pasti itu berbeda dengan saya.

Sementara itu, Kiko tampak terpejam menikmati goyangan musik. Saya terus menanyakan barnya, bagi saya uang 400 ribu rupiah termasuk banyak untuk happy semalaman. Saya bukan termasuk pemakai drugs PT, extacy atau SS, yang bisa mengehabiskan jutaan rupiah dalam semalam plus booking ceweknya. Itu cukong loser! Kalau saya cukup booze and pot plus cewek yang nyantol sendiri. Murah tetapi seru. Sesampainya di bar, langsung saja saya minta yang paling istimewa.

“Ichiban suyoi kudasai!”, pinta saya.

Setelah bergelas-gelas sierra, gorbatchev dan chivas regal tidak menampilkan reaksi. Akhirnya bartender (ternyata arsitek juga) memberiku arak rahasianya.

“Kore wa nana ju go pasento!”, kata bartender.

75 persen alkohol, tetapi reaksinya dia tidak mau tanggung jawab. Saya mengangguk saja. Cepat kutenggak. Aw, serasa terbakar tenggorokan! Kalau tiak salah, namanya Roncalli. Warnanya hijau muda.

Sambil minum, saya dihampiri beberapa gadis yang menawarkan dagangan untuk menemani, dari tampangnya sepintas dari Asia Tenggara. Saya tersenyum saja sambil mengatakan kalau saya orang RI. Mereka tertawa dan terus ngeloyor pergi.

Salah satunya sempat bilang, “Salam buat orang rumah, mas!”

Belum sempet saya menanggapinya, cewek putih, sexy, berambut panjang itu sudah menyapa laki-laki berjas lain. Mungkin karena pakaian kantorku, mereka mengira saya esmud yang kesepian. Jangan salah, banyak juga cewek Indonesia di sana. Setelah itu saya ngeloyor turun ke bawah. Ternyata minuman iblis itu mulai bereaksi. Sambil jalan, saya berjoged sambil meremasi pantat gadis-gadis yang kulewati.

Kalau ada yang protes, cukup bilang, “Yurushite, chotto yopparai desu”. (Maaf agak mabok nih).

Paling mereka diam, lagian kebanyakan tidak protes kok. Nah, ngapain lagi mereka ke ‘kurapu’ kalau tidak ingin digoda dengan cowok. Bagi para feminist, saya akui malam itu saya amat tidak gentleman. Maklum pemabuk horny.

Lama juga, akhirnya saya sampai ke Kiko. Dia tengah dikelilingi 3 CBL (cowok bertampang loser) yang berjoged. Semuanya berdasi, wah tampaknya salaryman kesasar. Memang banyak juga lelaki pulang kantor mampir. Sama seperti di sini (Indonesia). Kiko tampak memegang gelas. Rupanya para CBL tadi berusaha membuat dia mabuk. Tetapi tampaknya Kiko cukup cuek. Langsung saja kuajak Kiko pergi cari tempat duduk sambil kuseret tangannya. Para CBL tadi tampak kecewa tetapi tidak berani menentangku. Bayangkan saja, ada cowok berbadan besar (bagi mereka saya termasuk berbadan besar), berambut panjang diikat, pakaian hitam-hitam dan bermata merah serta bau alkohol. Serem kan? Kiko tampaknya senang, saya sudah menyelamatkan dia. Tanpa saya cerita, Kiko tampaknya bisa melihat kalau saya baru minum gila-gilaan, kerah saya saja belepotan alkohol. Dasar orang udik, saya sampai kapok.

Kiko lalu mengajakku keluar hall. Kami lalu menuju ke barisan locker, karena saya mulai kepanasan memakai jas terus. Setelah memasukkan koin 100 yen, langsung saya kunci. Saya lalu mengajak Kiko ke otomat untuk beli kopi instan. Ternyata Kiko ada akal lain, diseretnya tanganku menuju ke WC lalu berdua kami masuk ke dalam salah satu bilik. Kalau anda baca cerita Jay Yakuza, pasti anda berpikir, kenapa Jay selalu memakai tempat umum tertutup untuk beraktivitas (ML), jawabnya karena memang di Jepang, yang namanya Rabu Hoteru (motel esek-esek) harganya mahal juga dan bagi para petualang muda, lebih seru di tempat umum. Memang tujuan kamike WC bukan sekedar pipis. Tahu kan?

Kiko memelorotkan celana dalamnya lalu duduk kencing di kloset. Setelah itu, gantian saya mengeluarkan si Jendral. Setelah saya kencing cukup banyak dan berbau alkohol, saya cuci pakai air semprotan. Ternyata karena agak mabuk, airnya mengenai celana hitamku. Untung karena hitam jadi tidak terlalu kelihatan. Tetapi dasar perawat, Kiko lalu mengambil toilet paper, lalu jongkok membersihkan celana basah saya. Sementara itu si Jendral masih melongok keluar boxer shorts dan risluiting saya, sekalian dikeringkan oleh tangan Kiko yang cekatan. Terkena jemari mulus yang dingin itu, jelas saja, si Jendral langsung siaga kuning. Melihat itu, Kiko lalu tersenyum dan melirik ke arahku, lalu Jendral saya yang mekar langsung saja dikulumnya. Terkena perubahan suhu begitu, si Jendral langsung code red. Mulut Kiko yang imut khas wanita Nippon jadi tidak mampu menampung keseluruhannya, hanya palkon (kepala kemaluan) dan batang sedikit.

Bagi rekan cowok yang ingin merasa jantan, jangan sama bule, sama cewe Nippon saja. Coba lihat film bokep Jepang, burung cowoknya kecil-kecil, itu saja sudah diandalkan. Untung orang melayu masih berdarah Melanesia, jadi campuran Asia dengan Polinesia. Saya pernah baca survey mengenai panjang kelamin pria sedunia, ternyata rata-rata cowok Asia memiliki panjang 12,5 cm (5 inch), lalu kalau saya 15 cm (6 inch) dan Negro 17,5 cm (7 inch). Nah, kalau diantara mas-mas sekalian yang punya panjang lebih dari 13 cm, bersyukurlah, anda sudah di atas rata-rata cowok Asia. Jadi sebesar itu akan jaya dalam aktivitas ML.

Bersambung ke bagian 02

Tags : cewek semok, cerita 17 tahun, tante, cewek smu, toket, gambar tante telanjang, gadis genit, foto memek, memek indonesia, memek julia perez, memek jepang, cerita dewasa, mahasiswi bandung bugil

Posted by: ceweksemok | May 2, 2010

Cerita Bokep – Selamat Tinggal Dunia Breaker

Kejadiannya sudah berlangsung agak lama, tapi masih terbayang di dalam benakku untuk berbagi cerita dengan penggemar ceweksemok.wordpress.com. Aku tinggal di sebuah kota A untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Di kota ini aku diperkenalkan dengan suatu alat komunikasi yang sebenarnya sering dipergunakan namun hanya sebatas keperluan saja. HT nama alat itu atau disebut juga Handy Talky dan temanku menyarankan untuk ikut di sebuah frekuensi yang frekuensinya adalah **.*** (edited) MHz. Aku dipinjamkan alat tersebut selama 1 bulan lebih dan kerjaanku dari hari ke hari adalah ngebrik dan ngebrik terus karena alat ini lumayan juga jangkauannya bisa mencakup hampir seluruh kota A. Memang dengan bantuan sebuah antena yang kuletakkan di atas genting kost-kostan, pesawat ini mampu menjangkau seluruh breaker-breaker yang ada di kota tersebut.

Pada suatu malam di saat frekuensi sedang sepi dan aku pun sedang tiduran di ranjang dengan pesawat tetap kunyalakan, terdengar suara seorang wanita memanggil-manggil “Konteek.. breeaker..” begitulah wanita itu memanggil. Dan dengan sigap aku terima panggilan wanita itu dan yang aku tanyakan dia sedang mencari siapa, ternyata dia hanya mencari rekan buat ngobrol, akhirnya kami sepakat pindah channel lain yang kira-kira orang lain tidak banyak yang mendengar alias mojok.

Dari hari ke hari kami mojok, sampai pada suatu malam sekitar jam satu kami melakukan bercinta di udara dimulai dengan aku memberikan sebuah kecupan dan dia membalas kecupan ke seluruh tubuhku sampai.. “Ini buat di bawah pusarmu, muaach,” aku kaget tak kusangka dia berkata itu, dan mulailah burungku menegang dan seolah-olah menyuruhku untuk melanjutkan sampai mencapai klimaks. “Oooh lagi dong, sekalian aja dikulum,” dan dia pun memberikan suara setuju dan memerintahkanku membuka celana dan mulailah dia mengeluarkan suara seolah-olah sedang mengulum burungku. “Mmmh.. muach.. mmh.. muaach..” sampai burungku tak kuat lagi, dan secara otomatis pula tanganku sudah mengelus-ngelus burungku sampai akhirnya..

“Sayaang.. aku pengen keluar..”

“Keluarkan aja.. biar aku telan..” ujarnya.

Dan..

“Crot.. cret.. croot..”

Keluarlah maniku membasahi karpetku sebagian persis di depan pesawat ngebrik.

Begitulah kegiatan bercinta lewat udara yang sampai sekitar 1 minggu. Hampir tiap hari aku lakukan, sampai pada suatu hari di siang hari ketika itu aku sedang asyik-asyiknya bercengkrama di pesawat dengan teman-temanku dan dia memanggilku untuk segera bergeser ke frekuensi yang sudah kami sepakati. Ternyata dia mengajak aku untuk “kopdar” alias ketemu di darat di suatu tempat yang kami sepakati. Tempat tersebut bertempat di suatu mall yang dijamin ramai oleh para pengunjung dan dia memberikan ciri-cirinya untuk disesuaikan dengannya pada saat ketemu. 1 jam kemudian aku telah sampai di mall tersebut dan langsung menuju ke McD dan mulai mencari-cari ciri-ciri yang dia sebutkan tadi. Ternyata di sebuah bangku ada seorang wanita muda seumuran denganku yang sedang duduk sendirian dengan minuman Fanta di meja, yang aku perkirakan sesuai dengan cirri-ciri yang dia sebutkan tadi.

“Vinna yah..?” aku coba menyapa dengan keragua-raguan dan dia pun menoleh.

“Irfan..?” dengan muka yang gembira dia menyapaku.

Mmmh manis juga nih cewek, tinggi 160 cm, rambut sebahu, kulit kuning terawat, dadanya aku taksir 34B, beratnya sekitar 45 kg, aku pun merenung sambil memperhatikan cewek di hadapanku ini.

“Duduk Fan..!!” sambil memberikan tangannya untuk bersalaman.

Aku pun balas memberi tangan kepada dia, namun sengaja aku berjabat tangan dengan dia cukup lama, sambil mengelus-ngelus punggung tangannya dengan jempol kananku merasakan kehalusan tangannya sambil melihat bulu-bulu halus yang tumbuh di pergelangan tangannya.

“Mau pesan apa?” setelah melepaskan tangannya dia basa-basi bertanya, sambil agak berbisik.

“Belum saatnya dan nggak di sini..”

Aku pun balas berbisik,

“Jadi enaknya dimana?”

Dia pun tersenyum dan akhirnya kami pesan makanan, dan kembali lagi kami menuju meja tadi. Sambil memakan makanan yang sudah kami pesan, kakiku sudah mulai menunjukkan kenakalannya mengelus-ngelus betis Vinna yang kebetulan menggunakan rok panjang sampai mata kaki sehingga kalau Vinna berdiri, terlihat sangatlah anggun. Vinna terlihat diam saja seolah-olah tidak memperdulikan apa yang dirasakan, hanya sesekali dia melirik padaku sambil tersenyum genit dan makin membuatku melakukan gerilya kaki menuju betisnya.

Setelah selesai makan kami pun sepakat pergi jalan-jalan ke suatu tempat, kebetulan Vinna membawa kendaraan roda empat. Setelah di dalam mobil kami pun ngobrol kesana-kemari sampai Vinna menanyakan sesuatu kepadaku sambil memegang tanganku.

“Fan.. kaki kamu nggak pernah sekolah yah Fan..?”

“Hehehe.. abis kakiku udah nggak kuat ngeliat kaki kamu yang indah..”

“Kita cari tempat yuk..!” sambil mendekatkan mukanya ke arahku.

“Oke.. muaacch,” langsung aku sambar bibirnya yang merangsang itu.

Mendapat ciuman tersebut Vinna hanya tersenyum, dan aku pun makin berani di kala traffic light merah, aku melumat bibirnya sambil meraba pahanya dengan tangan kiriku, sementara tangan kananku memegang setir mobil. Kadang-kadang aku pun meraba dadanya sehingga Vinna merem melek keenakan. Akhirnya kami pun sampai di tepi pantai, lalu aku parkirkan mobil menghadap pantai yang kira-kira cukup sepi untuk bercinta.

“Gimana kalo di sini?” Vinna mendekat padaku dan melumat bibirku sehingga aku langsung memeluk dia dan membalas ciumannya. “Oooh Fan.. tiap malam aku horny berat niih, kamu pinter membuat aku merasa puas ketika kita lagi mojok, Faan,” aku tak sempat merespon kalimat itu, aku sudah sibuk melumat, menjilat lehernya, kupingnya dan mulai menciumi dadanya sambil tanganku tak henti-hentinya meremas payudaranya yang masih tertutup bajunya. Akhirnya kami pun berpindah ke posisi jok mobil belakang, dan mulailah aku membuka kemeja yang digunakan Vinna, satu per satu kancingnya aku buka, dan respon Vinna pun membuka kaosku sambil sesekali mengelus dadaku yang sedikit berbulu. “Faan.. buat aku puas Faan.. mmh,” sambil memeluk eratke tubuhku. Kubalas pelukan itu dengan tanganku membuka kancing pengait BH-nya dan terbukalah dua buah gunung yang indah, halus, dengan puting yang memerah dan “Oooh.. Vinn, muaach.. muaach.. mmh,” aku pun dengan penuh gairah merasakan kehalusan gunung itu sambil sesekali menjilati puncak gunung itu dan reaksi Vinna begitu terangsang oleh perlakuanku itu, matanyamerem-melek, dan dari mulutnya terdengar desahan yang sangat menggairahkan.

Aku tekan-tekan mukaku ke kedua gunung itu, merasakan, menikmati, melumat kehalusan gunung nan indah itu, makin lama gunung itu makin mengeras, mengeras dan mengeras, dan secara bergantian Vinna menciumi dadaku dengan lembutnya, bibirnya yang mungil dan pipinya yang halus merambah dadaku dan sesekali melumat puting susuku sehingga membuatku kegelian dan semakin bergairah.Dan Vinna kembali menciumi tubuhku yang atas, bibir, leher, pipi, dan sebagainya yang membuat aku semakin bergelora. Tanganku pun tak tinggal diam mencopoti rok yang dipakai Vinna, dan tak lama kemudian terlihatlah paha mulus, putih, dan sedikit ditumbuhi bulu-bulu rambut kecil yang indah, dan langsung tanganku mengelus-ngelus paha Vinna nan indah tersebut. Vinna semakin bernafsu dan tanganku mulai mengelus-ngelus celana dalamnya Vinna yang agak basah karena terangsang berat. Lalu Vinna menyuruh aku melucuti semua pakaianku, akhirnya aku pun telanjang bulat dan Vinna pun melepas celana dalamnya dan mulai lagi kami saling memeluk, mencium, merasakan kehalusan tubuh masing-masing pasangannya, dengan sesekali burungku aku gesekkan ke rambut kemaluannya sehingga membuat Vinna menggelinjang keenakan, “Ohh, mmh,” sampai akhirnya dia kejang mengalami orgasme yang sangat didambakannya.

Dia pun tergeletak lemas dengan tubuh yang masih membujur telanjang dan aku bertanya,”Vinn, kamu masih perawan?” Dia pun menganggukkan kepalanya dan berkata bahwa dia masih ingin menjaga keperawanannya dan aku pun menyanggupinya dan memang aku masih perjaka juga, dalam arti belum pernah alat kelaminku masuk ke alat kelamin wanita. Aku pun kembali mencium bibir mungilnya dan kembali berpagutan saling mencium, meraba, memeluk dan menggesek-gesekkan alat kelaminku ke bibir kemaluannya sambil merasakan hangatnya bibir kemaluan yang ditumbuhi bulu-bulu halus terasa geli, hangat, halus pahanya, dan oohh.. dengan variasi-variasi yang aku miliki Vinna pun kembali mengejang dengan matanya tetap terpejam dan rangkulan pahanya kepinggangku semakin erat, Vinna mengalami orgasme lagi, “Mmmh Fann.. ooh aku keluar lagi.. mmhh,” dan Vinna pun kembali lunglai mengatur nafas dengan mata yang tetap terpejam, sementara aku tetap menikmati halusnya tubuh Vinna yang dimilikinya mengelus pahanya yang mulus, mencium dadanya yang membusung, melumat bibirnya dan seterusnya.

Dengan variasi-variasi yang aku miliki yang tidak akan kusebutkan di sini. Mungkin Vinna merasa bahwa aku belum mendapat kepuasan maksimal dan dia mencoba meraih alat vitalku dan mulai mengocoknya dan selanjutnya mengulumnya. “Oooh nikmat banget Vinn..” sementara posisi sekarang sudah 69, aku tetap mengusap-ngusap paha Vinna yang mulus. Dan tak lama kemudian aku merasakan akan ada yang keluar dari alat vitalku, seolah-olah mau meledak dan.. “Oooh Viinn, sayaang aku keluaarr..” tepat mengenai mukanya dan sebagian lagi masuk ke mulutnya, dan aku lemas, alatku mengecil setelah tangan Vinna lepas.

“Ma, kasih yah Vinn..”

“Mmh, lain kali nggak usah di pesawat break lagi yah.”

Aku pun tersenyum dan mencium Vinna dengan lembut.

“Gimana Vinn.. suka?”

“Thanks yah.. kamu tetap menjaga keperawananku.. dan aku tetap puas.”

Akhirnya kami pun berpakaian dan tetap sepakat untuk melakukannya lagi nanti dan tetap menjaga keperawanan dan keperjakaan masing-masing dengan saling mengingatkan pada saatnya kami akan melakukannya lagi. Tak terasa keringat kami sudah membasahi jok mobil belakang, namun Vinna bilang tidak apa-apa, setelah selesai berpakaian, mobil langsung aku luncurkan ke jalan besar dan kami makan dulu di sebuah kafe dekat-dekat pantai sambil mengobrol tentang dunia breaker dan kami sepakat untuk berhenti dari dunia “ngebreak” dan akan dilanjutkan ke dunia petualangan yang lebih real namun tetap menjaga status kami sebagai perawan dan perjaka.

Sampai di tempat yang dituju akhirnya aku pamit pulang dan tak lupa kutinggalkan nomor HP-kukalau-kalau butuh bercinta denganku lagi walaupun hanya lewat pesawat telepon, dan Vinna pun memberikan kecupan mesra kepadaku dan berjanji besok malam akan meneleponku untuk bercinta lagi, yang jelas melalui pengalamanku di pesawat “ngebreak” sangatlah tidak masalah melalui pesawat telepon. Kritik, saran mengenai tulisan, dapat di alamatkan ke e-mailku terutama bagi para perawan yang masih ingin menjaga keperawanannya.

TAMAT

Tags : cewek semok, cerita sex, cerita sexs, cerita seks, foto bugil, mahasiswi bugil, ngentot, memek, cewek telanjang, girang 3gp, tante2 girang, birahi tante girang, tante girang montok, seks tante girang, photo tante girang, tante girang solo, tante girang hot, tante girang bugil, memek tante girang, telepon tante girang, gairah tante girang, toket tante girang, cerita ngentot tante girang, kisah tante girang

Posted by: ceweksemok | April 30, 2010

Cerita Bokep – Love in Malaysia

Pengalaman yang akan aku ceritakan dalam situs ceweksemok.wordpress.com ini, merupakan suatu pengalaman yang tak mungkin dapat aku lupakan begitu saja. Selain kejadiannya belum begitu lama, yakni pada akhir Januari 2006 lalu, juga lokasi tempat peristiwa itu berlangsung adalah di luar negeri, tepatnya negara Malaysia.

Bermula dari adanya undangan dari Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya Malaysia padaku untuk menghadiri beberapa kegiatan ke beberapa tempat-tempat pariwisata yang ada di Malaysia, sekaligus menghadiri puncak perayaan Tahun Baru China yang dikenal dengan nama “Gong Xi Fa Chai” di kawasan wisata Danga Bay yang baru di kembangkan di Johor Bahru.

Pagi tanggal 22 Januari 2006, tepatnya hari Kamis, saya bersama beberapa travel agent dari kotaku lepas landas dari Bandara “T” dengan menggunakan pesawat MAS milik maskapai penerbangan Malaysia menuju Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA). Setelah transit beberapa menit sekaligus cap pasport tanda masuk ke negara jiran itu, kami lalu melanjutkan perjalanan menuju

Sultan Ismail (Senai Air Port) Johor Bahru. Selesai mengemasi barang-barang bawaan kami dari pihak kastam (bea cukai) Malaysia, ternyata kami sudah dijemput oleh pihak Mega FAM Malaysia, travel agent di Malaysia yang ditunjuk khusus untuk melayani kami selama mengikuti kegiatan tersebut, dengan menggunakan sebuah mobil fan “Regio”.

Oh ya, aku lupa memperkenalkan diri. Di Kota asalku, selain aku dikenal sebagai seorang fotografer terkenal berusia 33 tahun, aku juga merupakan salah seorang pengamat masalah pariwisata dan telah mengunjungi beberapa tempat wisata di negara Asia Tenggara. Dalam rombongan kami yang berjumlah 6 orang, hanya aku sendiri yang bukan berasal dari travel agent.

Oleh pihak Mega FAM yang menjadi pemandu kami, aku dan rombongan diinapkan di Hotel Eden Garden, sebuah hotel bintang lima yang lokasinya sangat strategis sekali di Johor Bahru, dimana di samping hotel dalam bangunan yang sama, selain merupakan kawasan free duty (bebas pajak), juga ada pelabuhan penyeberangan ke beberapa tempat di Indonesia.

Begitu kami sampai di Eden Garden, aku melihat kesibukan masing-masing pemandu yang mendampingi para undangan dari 17 itu negara cukup sibuk mengentry data peserta dan mencocokan namanya pada kamar yang telah disediakan. Sambil menunggu kunci kamar, aku mengeluarkan kretek kesukaanku dan menghisapnya dalam-dalam sambil duduk di loby hotel.

“Hai, selamat sore. Boleh saya duduk disini?” saya dikagetkan oleh suara lembut dalam bahasa Inggris.

Reflek aku menolehkan kepala ke arah suara tersebut. Aku jadi terkesima melihat seorang cewek bule yang cantik dengan postur tubuh yang sangat ideal dengan rambut pirang sebahu. Dan kulitnya, alamak..! Sangat jarang aku ketemu bule dengan kulit mulus nyaris tanpa bercak-bercak seperti kebanyakan bule-bule lainnya.

“Ya, silahkan,” aku menjawab dengan sedikit tergagap.

“Are you from Malaysia..?” tanya cewek yang aku taksir berusia sekitar 21 tahun itu.

“No, I’am from Indonesia,” jawabku.

“Bali..?” ujarnya lagi.

“Bukan, aku berasal dari kota ‘P’,” jawabku seraya menjelaskan letak kota kelahiranku yang terletak di pesisir Barat pulau Sumatera.

Lalu ia memperkenalkan dirinya sebagai Kristi, berasal dari negara Swedia. Ia juga menceritakan bahwa ia termasuk salah seorang dari 3 orang warga Swedia yang diundang Menteri Pariwisata, Senin dan Budaya Malaysia untuk mengikuti kegiatan promosi pariwisata di Malaysia itu. Dan akupun memperkenalkan diri, serta juga menceritakan perihal yang sama padanya.

Tak lama kemudian pembicaraan terputus ketika pemandu kami yang keturunan Pakistan memberikan kunci kamar 1249 padaku. Beberapa menit kemudian, Kristi kulihat juga menerima kunci kamarnya dari pemandunya yang ternyata berdekatan dengan kamarku, yakni di kamar nomor 1250.

“Hai, kamar kita berdekatan,” katanya, yang aku balas dengan sebuah anggukan dan tak lupa menebar senyum manis padanya.

Seluruh peserta yang telah mendapatkan kunci kamar masing-masing, oleh para pemandu dipersilahkan untuk berisitarahat di kamar masing-masing, sambil menjelaskan bahwa hari itu adalah acara bebas, namun besok paginya pukul 07.30 waktu setempat harus sudah berkumpul di loby hotel untuk mengikuti seminar yang akan dibuka langsung oleh Menteri Pariwisata, Senin dan Budaya Malaysia, di The Puteri Pan Pasific Hotel.

Eden Garden Hotel tempat kami menginap itu, cukup bagus dan berbentuk segi tiga. Di tengah hotel, pada lantai lima terdapat restoran yang menyajikan live music, sehingga para tamu yang menginap di lantai 5 hingga lantai paling atas, dapat menikmati hiburan live music itu dari depan pintu kamar masing-masing.

Aku baru saja selesai mandi dan masih menggunakan celana pendek hawai dan baju kaus singlet, ketika tiba-tiba bell di kamarku berbunyi. Ketika ku buka pintu kamar, ternyata Kristi telah berdiri di hadapanku dengan menggunakan baju tidur tipis berwarna hitam, sehingga kontras sekali dengan kulitnya yang putih mulus.

“Maaf, mengganggu. Boleh saya masuk..?” ujarnya memecah kesunyian, karena masih kaget dengan kedatangannya.

“Eh, oh.. ya. Silahkan,” jawabku sedikit terbata, yang dibalasnya dengan sebuah senyuman manis.

“Mau minum teh atau kopi? Atau kalau mau yang lain silahkan saja ambil di lemari pendingin itu,” aku menawarkan minuman, karena kebetulan air yang aku masak usai mandi tadi telah terdengar mendidih.

“Kopi juga boleh, tapi jangan pakai cream ya..,” kembali ia melemparkan senyumnya yang aduhai itu padaku, dan ia lalu beranjak menuju jendela untuk menikmati pemandangan di luar sana.

Tiba-tiba aku mendengar ia terpeleset jatuh dan meringis kesakitan. Dengan reflek, aku coba untuk menolongnya bangkit. Itulah kesalahanku, cangkir yang baru aku isi air panas itu ikut tumpah dan mengenai tanganku serta sebagian lagi tumpah ke pahanya.

“Aduh, panas sekali,” katanya sambil meraba pahanya.

Aku jadi salah tingkat dan tak tahu harus berbuat apa. Aku coba memapahnya serta menidurkannya di ranjangku yang berukuran besar itu.

“Aduh,” rintihnya sambil mengusap-usap bagian paha kanannya.

“Maaf, aku tidak sengaja,” jawabku dan tanpa sadar ikut pula mengusap-usap pahanya.

Sejenak ia menatapku, dan akupun balas menatap tepat di bola matanya. Ia tersenyum dan akupun membalas senyumannya itu. Perlahan ia menyingkapkan baju tidurnya untuk melihat pahanya yang tersiram air panas tadi. Kulihat ada rona merah pada paha kanannya yang putih mulus itu.

“Ah, tidak apa-apa kok. Justru yang terasa sakit itu disini akibat terjatuh tadi. Boleh bantu aku memijitnya..?” katanya yang membuat aku jadi tersentak kaget. Namun entah kenapa, aku menurut saja dan dengan sedikit ragu mulai meraba bagian pahanya yang terkilir itu.

Dengan sedikit gemetar, aku mulai memijit pahanya yang terbentur karena kaki kursi tadi. Tiba-tiba saja, ku rasakan hawa panas menjalari tanganku, dan terus ke seluruh tubuhku. Pahanya kurasakan begitu lembut, dan rasanya tanganku keenakan memijitnya.

“Oh, enak sekali. Terus Sandy, rasanya ngilunya berangsur hilang,” rintihnya.

“Sebentar lagi juga hilang sakitnya,” jawabku dengan gemetar menahan gejolak nafsuku yang mulai memuncak ke ubun-ubun.

“Kamu pintar juga memijit ya, kebetulan badanku capek benar karena terbang cukup lama dari swedia tadi. Boleh aku minta pijit tubuhku?” katanya yang membuatku sedikit terkejut.

Namun karena apa yang aku inginkan untuk menyentuh seluruh tubuhnya terbuka, tanpa menunggu lama aku menganggukkan kepala tanda setuju. Dan Kristi, tanpa minta persetujuanku lebih dahulu, langsung saja mencopot pakaian tidurnya yang tipis itu, dan kemudian telungkup di tempat tidur.

“Sandy, supaya kerja kamu tidak terhalang, kamu buka saja kaitan BH ku,” ujarnya, aku langsung saja membuka kaitan BHnya.

Akupun mulai memijit bagian-bagian tertentu di tubuhnya sehingga membuat tubuh Kristi terasa sedikit mulai segar. Apalagi, selama ini aku juga sudah pernah belajar memijit dari kakekku yang seorang ahli pijit di kampungku.

“Oh, Sandy. Kamu pintar sekali memijit. Aku ingin seluruh tubuhku dipijit sama kamu,” katanya.

“Apapun yang kamu minta malam ini, akan aku berikan,” jawabku menyenangkan hatinya.

“Betul, Sandy?” ia membalikkan badannya dan duduk di sampingku dan menatap wajahku.

“Sure..!” jawabku lagi.

“Oh, kamu memang baik sekali,” dan tanpa kusangka sedikitpun, ternyata bibirnya yang ranum dan merah merekah itu telah mendarat saja di bibirku.

Akupun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Kuluman bibir dan permainan lidahnya aku balas dengan hangat. Lidahku maupun lidahnya saling kait mengait di dalam rongga mulut kami yang sudah saling beradu. Ia semakin erat memelukku, sementara tanganku mulai nakal dan coba mencari tonjolan di dadannya yang mulus itu.

“Uh, kamu nakal Sandy,” rengek Kristi dan merebahkan dirinya ke ranjang namun tidak melepaskan pelukannya pada diriku, sehingga otomatis tubuhku menindih tubuh mulusnya.

Aku terpana melihat pemandangan yang begitu indah, terutama menyaksikan tonjolan di dadanya yang berukuran 36B dengan puting warna pink yang menjulang. Dengan tanpa menyia-nyiakan kesempatan itu, aku mainkan puting susunya dengan lidahku, sehingga membuat Kristi merintih merasakan nikmat yang tiada tara.

Aku jadi semakin ingin memberikan kenikmatan yang tiada tara kepadanya. Lidahku terus merambat turun, dan sebentar bermain-main di pusarnya. Kemudian turun lagi ke bawah, dan terus menjilati celana dalamnya yang juga berwarna hitam namun sudah mulai dibanjiri cairan yang cukup kental.

Secara perlahan-lahan, aku buka dan pelorotkan CD-nya hingga ia menjadi polos dan telanjang bulat. Disekitar lubang vaginanya, aku lihat bulu-bulu halus berwarna pirang namun tercukur rapi. Dengan rakus, aku lalu menjilati sekitar liang vaginanya serta mempermainkan clitorisnya dengan lidahku. Aku melihat Kristi semakin menggelinjang dan merintih merasakan rasa nikmat yang tiada tara.

Aku terus kosentrasi mempermainkan sekitar lubang vaginana, dan sekali-sekali tanganku menyambar dua puncak gunung yang menjulang tinggi, seakan-akan menantang diriku untuk melumatnya. Dan tiba-tiba, aku merasakan tubuh Kristi menegang dan menjepit kuat kepalaku dengan kakinya.

“Oh, Sandy.. Aku mau ke.. luar..!” rintihnya.

Dan aku semakin menggebu-gebu untuk terus menjilati sekitar rongga vaginanya yang sudah mulai melebar, sehingga akhirnya kurasakan banyak cairan berwarna putih keluar dari lubang vaginanya yang terasa panas dengan aromanya yang khas membanjiri mulutku. Aku hisap seluruh cairan yang keluar tersebut dan menelannya dengan nikmat.

“Sandy, kamu benar-benar hebat. Aku merasa puas sekali,” Kristi langsung duduk dan mencium bibirku dengan mesra.

Aku membalas ciuman itu dengan mesra. Dan Kristi tampaknya mulai terangsang lagi, dan kembali merebahkan tubuhnya di kasur yang empuk. Dan tanpa ku duga sama sekali, ia langsung menarik kaos singlet yang kupakai ke atas hingga lepas, dan setelah itu berusaha melorotkan celana hawai dan kemudian CD yang kupakai.

Tanpa membuang waktu lagi, aku kembali menggumul Kristi dan memainkan lidahku pada tempat-tempat sensitif yang dimilikinya. Sambil mengerang mengerang kenikmatan, Kristi mencoba mencari rudalku dengan ukuran 16,5 Cm dengan diamater 3 cm yang sejak tadi sudah mengeras itu, dan mengarahkannya ke lubang vaginanya yang sudah siap tembak.

“Ayo Sandy, masukkan. Aku sudah tidak tahan lagi,” ujarnya lemah.

Dan setelah kepala rudal milikku tepat berada di lubang vaginanya, secara perlahan aku hentakkan untuk bisa menembus lobang yang cukup sempit itu. Sedikit-demi sedikit, rudalku berhasil menembus lubang kenikmatan milik Kristi, hingga akhirnya tembus sampai ke dasarnya.

“Oh, nikmat sekali Sandy,” rintih Kristi begitu punyaku menyentuh dasar vaginanya.

“Iya, aku juga merasakan kenikmatan yang tiada duanya sayang..,? jawabku.

Kristi terlihat semakin memperkencang goyang pinggulnya, dan aku mengimbanginya dengan mempercepat pula kocokan rudalku keluar masuk lubang vaginanya. Setelah rudalku keluar masuk sekitar 25 menit lamanya, aku melihat Kristi sudah hampir mencapai orgasmenya yang kedua.

“Sandy, aku mau keluar lagi,” erangnya.

“Tahan sebentar sayang, saya juga sudah mau sampai,” jawabku.

“Oh, aku sudah tidak tahan lagi,” ia kembali mengerang.

“Iya, kita sama-sama saja ya. Aku keluarkan di dalam atau di luar?” tanyaku.

“Di dalam saja, biar aku bisa menikmati rasanya semburan spermamu,” katanya.

Akhirnya dalam suatu tempo permainan yang sudah mencapai puncaknya, kami sama-sama terhempas ke ranjang setelah berbarengan mencapai puncak kenikmatan yang tiada tara. Kami kemudian sama-sama mandi, dan di kamar mandi kembali permainan kenikmatan tadi kami ulangi, sebelum akhirnya ia mohon diri kembali ke kamarnya, setelah jam menunjukkan pukul 01.45 waktu Malaysia.

*****

Para pembaca ceweksemok.wordpress.com yang setia, bagi anda yang ingin berkomunikasi tentang seks denganku, silahkan kirim surat keemailku.

E N D

Tags : cewek semok, cerita seks, cerita tante, video abg, amoy bugil, cewek cantik, vagina basah,memek mulus,jembut memek, kontol memek, memek ngentot, memek mertua, jilat memek, memek perawan, memek masuk kontol, memek besar, asia memek, memek photo, toket memek, memek jilbab, cerita memek,cerita daun muda

Posted by: ceweksemok | April 27, 2010

Mantapnya Toket Jupe

KLIK Pada Gambar Untuk Memperbesar

cerita merangsang, bugil, artis telanjang, koleksi foto bugil, abg bugil, sarah azhari bugil,foto bugil cewek bandung,model bugil exo,smp bugil,artis indonesia telanjang bugil,bugil abg bugil,chika bugil,foto bugil dian sastro,bugil telanjang,sma bugil,bugil anak anak,gadis bugil tante girang,smu bugil,bugil photo,artis bugil malaysia cerita merangsang, bugil, artis telanjang, koleksi foto bugil, abg bugil, sarah azhari bugil,foto bugil cewek bandung,model bugil exo,smp bugil,artis indonesia telanjang bugil,bugil abg bugil,chika bugil,foto bugil dian sastro,bugil telanjang,sma bugil,bugil anak anak,gadis bugil tante girang,smu bugil,bugil photo,artis bugil malaysia

Posted by: ceweksemok | April 25, 2010

Tante Lagi Nyukur Bulu Jembut

KLIK Pada Gambar Untuk Memperbesar

cerita sex, foto ngentot, smu bugil, gadis indonesia, gambar bokep, film khusus dewasa 17tahun,komik khusus dewasa 17tahun,situs dewasa sex porno,vcd sek dewasa,video khusus dewasa 17tahun,foto artis bugil,gadis cantik, gadis abg telanjang, cewek jakarta, artis sandra dewi bugil,  artis bugil blogspot com, kapanlagi, nafsu pembantu, memek smpcerita sex, foto ngentot, smu bugil, gadis indonesia, gambar bokep, film khusus dewasa 17tahun,komik khusus dewasa 17tahun,situs dewasa sex porno,vcd sek dewasa,video khusus dewasa 17tahun,foto artis bugil,gadis cantik, gadis abg telanjang, cewek jakarta, artis sandra dewi bugil,  artis bugil blogspot com, kapanlagi, nafsu pembantu, memek smp

Posted by: ceweksemok | April 22, 2010

Pose Bugil Cewek Cakep

KLIK Pada Gambar Untuk Memperbesar

cerita 17 tahun, cerita dewasa, tante telanjang, tante girang, foto telanjang, tante bugil, cerita nafsu, nafsu seks, nafsu gadis, nafsu ibu, gairah nafsu, cewek nafsu, birahi nafsu, nafsu tante, nafsu pembantu, nafsu kontol, nafsu ngentot, jilbab nafsu, nafsu perawan, cerita daun muda

cerita 17 tahun, cerita dewasa, tante telanjang, tante girang, foto telanjang, tante bugil, cerita nafsu, nafsu seks, nafsu gadis, nafsu ibu, gairah nafsu, cewek nafsu, birahi nafsu, nafsu tante, nafsu pembantu, nafsu kontol, nafsu ngentot, jilbab nafsu, nafsu perawan, cerita daun muda

Posted by: ceweksemok | April 20, 2010

Mahasiswi Kota Kembang

KLIK Pada Gambar Untuk Memperbesar

cerita seks, cerita daun muda, gadis bandung, video bugil, cerita sexs, tante, cewek arab,khusus dewasa 17tahun,cersil dewasa,cerita dewasa 18 thn,cerita dewasa sedarah,vcd porno dewasa,cerita dewasa 17 thn,cerita dewasa malaysia,cerita dewasa pembantu,cerita erotis dewasa,cerita mahasiswa dewasa,cerita orang dewasa - melayu,gambar seksi, artis telanjang

cerita seks, cerita daun muda, gadis bandung, video bugil, cerita sexs, tante, cewek arab,khusus dewasa 17tahun,cersil dewasa,cerita dewasa 18 thn,cerita dewasa sedarah,vcd porno dewasa,cerita dewasa 17 thn,cerita dewasa malaysia,cerita dewasa pembantu,cerita erotis dewasa,cerita mahasiswa dewasa,cerita orang dewasa - melayu,gambar seksi, artis telanjang

Posted by: ceweksemok | April 18, 2010

Vie Bugil Menggoda

KLIK Pada Gambar Untuk Memperbesar

cerita ngentot, artis bugil, video bokep, tante bugil, cerita sexs, dewa dewi bugil telanjang ngewe, foto cowok telanjang, inul telanjang, telanjang centil, 4 penyanyi dangdut telanjang, cewek cantik telanjang, cewek smu telanjang, cewek telanjang cantik, chika telanjang, foto dewi telanjang, foto telanjang neng kartika, gadis bandung telanjang,gadis indonesia bugil telanjang abg bugil,gadis pontianak telanjangcerita ngentot, artis bugil, video bokep, tante bugil, cerita sexs, dewa dewi bugil telanjang ngewe, foto cowok telanjang, inul telanjang, telanjang centil, 4 penyanyi dangdut telanjang, cewek cantik telanjang, cewek smu telanjang, cewek telanjang cantik, chika telanjang, foto dewi telanjang, foto telanjang neng kartika, gadis bandung telanjang,gadis indonesia bugil telanjang abg bugil,gadis pontianak telanjang

Posted by: ceweksemok | April 15, 2010

Kelas Atas Jablay Chainess

Klik pada gambar untuk memperbesar foto

cerita seks, cerita tante, video abg, amoy bugil, cewek cantik, maria ozawa bugil,maria ozawa miyabi,video maria ozawa uncensored,gambar bugil maria ozawa,photo bugil maria ozawa,video bugil maria ozawa,kematian maria ozawa 2009,berita kematian maria ozawa,maria ozawa meninggal,maria ozawa miyabi

cerita seks, cerita tante, video abg, amoy bugil, cewek cantik, maria ozawa bugil,maria ozawa miyabi,video maria ozawa uncensored,gambar bugil maria ozawa,photo bugil maria ozawa,video bugil maria ozawa,kematian maria ozawa 2009,berita kematian maria ozawa,maria ozawa meninggal,maria ozawa miyabi

Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.